Sri Mulyani Berkata: Mengumpulkan Pajak Bukanlah Tugas Mudah

Posted on

Sri Mulyani Berkata: Mengumpulkan Pajak Bukanlah Tugas Mudah

Konsultan Pajak Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berhasil melakukan kesepakatan kerjsa sama berbentuk nota keepahaman bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia serta Kementerian Agama. Tidak sekedar nota kesepahaman saja, Direktorat Jenderal Pajak turut berhasil memperluas kerja sama di sektor pendidikan dari perjanjian kerja sama dengan UT (Universitas Terbuka), Direktorat Jenderal Pengembangan Risten, Pusat Data dan Informasi Ilmiah LIPI juga Kemenristek-Dikti.

Robert Pakpahan sebagai Ditjen Pajak mengungkapkan jika proses penandatangan nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk kepentingan dan kebijakan ebrsama atas dasar aktivitas edukasi pajak sehingga menjadi jauh lebih sistematis, terstruktur juga berkelanjutan.

“Yang kami harapkan adalah kepatuhan pajak bisa lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang. Aktvitas yang dilakukan saat ini adalah bagian dari puncak acara Pekan Inklsi Kesadaran Pajak 2018. Sebagai bentuk dari kegiatan pendekatan pengajaran dan kepatuhan untuk bayar pajak terutama dari sisi edukasi pajak pada masyarakat” ungkapnya.

Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan mengungkapkan jika edukasi serta pemahaman tentang pajak dan juga kesadaran masyaratan dalam bayar pajak adalah strategi untuk dapat meningkatkan penerimaan kas negara yang nanti akan balik lagi ke masyarakat.

“Proses penerimaan pajak dengan total penerimaan negara mencapai 70% ini bisa dibilang masih lebih kecil melihat besarnya potensi yang ada . Berdasarkan data dari tax ratio masih berada di bawah kisaran 15%. Kita masih saja berkutat secara terus menerus selama 5 tahun terakhir sebesar 10-12% dan ini tandanya masih cukup banyak potensi untuk membantu meningkatkan kesadaran bayar pajak” tambahnya.

Sri Mulyani pun menambahkan jika pertumbuhan ekonomi terus tumbuh tidak sekedar diikuti dengan rasio penerimaan pajak yang mengalami peningkatan. Hal ini bisa jadi karena tingkat kesadaran warga dari bayar pajak masih sangat minim.

“PDB telah mendekati angka Rp. 16.000 triliun namun penerimaan pajak yang baru Rp. 1.600 triliun. Jika tax ratio dapat dinaikan lagi menjadi 16% dari total PDB maka kita akan memiliki potensi mencapai Rp. 750 triliun” katanya.