Tax Holiday Laku Keras Di Tahun Ini, Ada 8 Investor yang Libur Bayar Pajak

Posted on

Tax Holiday Laku Keras Di Tahun Ini, Ada 8 Investor yang Libur Bayar Pajak

Konsultan Pajak Jakarta – Kementerian Keuangan mengatakan jika telah ada 8 investor yang memperoleh insentif libur bayar pajak atau yang populer disebut sebagai tax holiday. Ke-delapan investor tersebut dihitung sejak bulan April 2018 yang juga setara dengan 6 bulan aturan insentif libur bayar pajak yang paling baru diliris Kementerian Keuangan.

Pencapaian ini menjadi hasil yang memuaskan terutama untuk pemerintah dalam membantu mendorongnya laju investasi di negara, terlebih mengingat fakta jika fasilitas ini tidak eksis sama sekali di tahun 2015.

Kementerian Keuangan yakni Sri Mulyani Indrawati menyampaikan jika ada 8 nama perusahaan yang sudah memanfaatkan fasilitas tax holiday tersebut.

“Pemerintah akan terus memperbaiki tax holiday, mendorong investasi di sektor atau bidang yang kita inginkan untuk maju, menciptakan mementuk pertumbuhan” jelasnya.

Menyadari lakunya insetif libur pajak, menurut Sri Mulyani karena keputusan pemerintah untuk merombak peraturan tersebut jadi lebih mudah terutama dalam hal persyaratan-persyaratan yang kaku dan mengikatnya.

Pada awalnya pemerintah telah mendesain fasilitas ini pada tahun 2011 lantas di tahun 2015 lalu direvisi dan tertuang di PMK Nomor 130, namun setelah melakukan revisi tidak ada investor yang memiliki ketertarikan untuk mencoba fasilitas tersebut dan akhirnya pada bulan April di tahun ini, pemerintah mencoba lagi untuk melakukan revisi dengan memakai peraturan yang jauh lebih mudah dan menarik.

Peraturan tax holiday yang terbaru telah dituangkan dalam PMK Nomor 35 tahun ini dengan fasilitas yang sangat menarik yakni pembebasan bayar pajak 100% dalam jangka aktu dan investasi yang sudah disesuaikan sebelumnya.

Sri Mulyani melakukan perincian hingga menghasilkan 8 nama perusahaan yang telah memperoleh hak insentif tax holidah yang mana merupakan 3 WP dari sektor industrik ketenagalistrikan dan 5 WP dari sektor industry logam dasar hulu entah itu industry penggilingan baja atau industry besi serta baja dasar atau industry logam dasar yang bukan besi.

Ada pun lokasi investasinya pun mengalami penyebaran, ada yang di daerah Serang-Banten, di kawasan Industri Morowali, atau di Kabupaten Konawe di Sulawesi Tenggara atau Kabupaten Tapanuli di Sumut, Kab. Halmahera Timur dari Maluku Utara serta Kab.Jepara dari Jateng.

“Investornya sendiri ada yang asalnya dari China, Hongkong, Jepang, Singapore, Belanda atau Indonesia.”